Kembali ke Semua Artikel

Sleep Apnea : Penyebab, Gejala, dan Bahaya yang Perlu Diketahui

31 July 2026
Admin
Sleep Apnea : Penyebab, Gejala, dan Bahaya yang Perlu Diketahui

Apakah Anda atau anggota keluarga sering mendengkur keras saat tidur, lalu tiba-tiba berhenti bernapas selama beberapa detik? Kondisi ini sering dianggap sebagai hal yang biasa. Padahal, bisa jadi itu merupakan tanda sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang perlu mendapat perhatian medis.

Sleep apnea tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan apabila tidak ditangani. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab, gejala, dan bahaya sleep apnea agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Apa Itu Sleep Apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan berhentinya napas secara berulang selama tidur. Henti napas dapat berlangsung beberapa detik hingga lebih dari satu menit dan terjadi berkali-kali dalam satu malam.

Saat napas berhenti, kadar oksigen dalam tubuh menurun sehingga otak akan "membangunkan" tubuh sesaat agar seseorang kembali bernapas. Akibatnya, kualitas tidur menjadi terganggu meskipun penderita tidak selalu menyadarinya.

Jenis Sleep Apnea

Secara umum, terdapat tiga jenis sleep apnea:

1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. OSA disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan saluran napas bagian atas akibat otot tenggorokan yang terlalu rileks saat tidur.

Kondisi ini menjadi salah satu gangguan yang sering ditangani oleh dokter THT.

2. Central Sleep Apnea

Terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang tepat kepada otot pernapasan sehingga napas berhenti sementara.

3. Complex Sleep Apnea

Merupakan kombinasi antara obstructive sleep apnea dan central sleep apnea.

Penyebab Sleep Apnea

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko sleep apnea antara lain:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas.

  • Lingkar leher yang besar.

  • Pembesaran amandel atau adenoid.

  • Polip hidung.

  • Deviasi septum (sekat hidung bengkok).

  • Sinusitis kronis.

  • Kelainan bentuk rahang atau saluran napas.

  • Kebiasaan merokok.

  • Konsumsi alkohol sebelum tidur.

  • Bertambahnya usia.

Gangguan pada hidung dan tenggorokan yang menyebabkan saluran napas menyempit dapat membuat aliran udara terganggu saat tidur.

Gejala Sleep Apnea

Banyak penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami sleep apnea. Gejalanya sering pertama kali diketahui oleh pasangan atau anggota keluarga.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Mendengkur keras hampir setiap malam.

  • Napas berhenti sesaat saat tidur.

  • Terbangun dengan rasa tersedak atau terengah-engah.

  • Tidur tidak nyenyak.

  • Sering terbangun di malam hari.

  • Mengantuk berlebihan pada siang hari.

  • Sakit kepala saat bangun tidur.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Mudah lelah dan mudah marah.

  • Mulut terasa kering saat bangun tidur.

Bahaya Sleep Apnea Jika Tidak Ditangani

Sleep apnea bukan sekadar gangguan mendengkur. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti:

Tekanan Darah Tinggi

Penurunan kadar oksigen yang terjadi berulang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

Penyakit Jantung

Sleep apnea berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan irama jantung, penyakit jantung koroner, hingga gagal jantung.

Stroke

Gangguan pernapasan saat tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, terutama bila tidak mendapatkan pengobatan.

Diabetes Tipe 2

Sleep apnea sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme yang dapat memperburuk kontrol gula darah.

Penurunan Konsentrasi

Tidur yang tidak berkualitas menyebabkan rasa kantuk di siang hari sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara maupun bekerja.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami:

  • Mendengkur keras hampir setiap malam.

  • Henti napas saat tidur yang disaksikan oleh keluarga.

  • Mengantuk berlebihan di siang hari.

  • Sulit berkonsentrasi akibat kualitas tidur yang buruk.

  • Sering terbangun sambil terengah-engah.

  • Hidung tersumbat kronis atau pembesaran amandel yang mengganggu pernapasan.

Pemeriksaan sejak dini membantu menentukan penyebab gangguan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Bagaimana Sleep Apnea Didiagnosis?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai pola tidur, keluhan yang dialami, serta riwayat kesehatan pasien.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan pada hidung, tenggorokan, amandel, dan saluran napas. Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan penunjang, termasuk sleep study (polisomnografi) atau pemeriksaan lain sesuai indikasi untuk memastikan diagnosis.

Pilihan Penanganan Sleep Apnea

Penanganan sleep apnea disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya.

Beberapa pilihan terapi meliputi:

  • Penurunan berat badan bagi pasien dengan obesitas.

  • Perubahan gaya hidup, seperti menghindari alkohol dan berhenti merokok.

  • Pengobatan untuk mengatasi alergi atau hidung tersumbat.

  • Penggunaan alat bantu napas (CPAP) pada kondisi tertentu.

  • Tindakan medis atau operasi apabila terdapat kelainan anatomi seperti pembesaran amandel, polip hidung, atau deviasi septum yang menyebabkan sumbatan saluran napas.

Dokter akan menentukan terapi yang paling sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Layanan Poli THT RS Hj. Bunda Halimah Batam

Poli THT RS Hj. Bunda Halimah Batam melayani pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan pada telinga, hidung, dan tenggorokan yang dapat memengaruhi kualitas tidur maupun pernapasan, seperti:

  • Sleep apnea

  • Mendengkur (snoring)

  • Pembesaran amandel dan adenoid

  • Polip hidung

  • Deviasi septum

  • Sinusitis

  • Rhinitis alergi

  • Gangguan THT lainnya

Dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Jangan Abaikan Mendengkur yang Disertai Henti Napas

Tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea. Namun, apabila dengkuran disertai henti napas, rasa kantuk berlebihan di siang hari, atau sering terbangun saat tidur, kondisi tersebut perlu diperiksakan.

Penanganan yang tepat tidak hanya membantu meningkatkan kualitas tidur, tetapi juga mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan THT, hubungi Customer Care RS Hj. Bunda Halimah Batam di 0812-7765-3313. Tim kami siap membantu Anda mendapatkan pelayanan THT yang cepat, nyaman, dan profesional.