Kembali ke Semua Artikel

Anak Sering Radang Tenggorokan Berulang, Kapan Harus Diperiksakan?

30 July 2026
Admin
Anak Sering Radang Tenggorokan Berulang, Kapan Harus Diperiksakan?

Radang tenggorokan merupakan salah satu keluhan yang sering dialami anak, terutama saat daya tahan tubuh menurun atau ketika sedang terjadi penyebaran infeksi virus di lingkungan sekitar. Umumnya, kondisi ini dapat membaik dalam beberapa hari dengan istirahat yang cukup dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

Namun, bagaimana jika anak sering mengalami radang tenggorokan berulang? Apakah kondisi tersebut masih tergolong normal? Radang tenggorokan yang terjadi berulang dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, anak dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga keluhan tidak terus berulang.

Apa Itu Radang Tenggorokan?

Radang tenggorokan (faringitis) adalah peradangan pada bagian belakang tenggorokan yang menyebabkan rasa nyeri, tidak nyaman saat menelan, atau tenggorokan terasa gatal.

Sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus, tetapi beberapa dapat disebabkan oleh bakteri, alergi, iritasi akibat asap rokok, atau kondisi medis lainnya.

Mengapa Anak Bisa Sering Mengalami Radang Tenggorokan?

Beberapa penyebab yang dapat membuat anak mengalami radang tenggorokan berulang antara lain:

1. Infeksi Virus yang Berulang

Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang sehingga lebih mudah tertular virus, terutama jika sering beraktivitas di sekolah atau tempat penitipan anak.

2. Infeksi Bakteri

Radang tenggorokan akibat bakteri, seperti Streptococcus, memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan infeksi virus. Bila tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat kembali berulang.

3. Pembesaran Amandel (Tonsil)

Amandel yang sering mengalami infeksi dapat menjadi sumber radang tenggorokan berulang. Kondisi ini biasanya disertai amandel yang tampak membesar dan anak sering mengeluh sakit saat menelan.

4. Alergi

Alergi terhadap debu, bulu hewan, atau udara dingin dapat menyebabkan lendir mengalir ke belakang tenggorokan (postnasal drip) sehingga tenggorokan menjadi iritasi.

5. Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut

Hidung tersumbat akibat alergi atau pembesaran adenoid membuat anak lebih sering bernapas melalui mulut. Akibatnya, tenggorokan menjadi kering dan lebih mudah mengalami peradangan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Selain nyeri tenggorokan, orang tua perlu memperhatikan apabila anak mengalami:

  • Demam tinggi.

  • Sulit atau nyeri saat menelan.

  • Amandel membesar.

  • Bau mulut yang menetap.

  • Suara menjadi serak.

  • Pembengkakan pada leher.

  • Nafsu makan menurun.

  • Radang tenggorokan yang sering kambuh dalam waktu singkat.

Kapan Anak Harus Diperiksakan ke Dokter THT?

Segera konsultasikan ke dokter THT apabila:

  • Radang tenggorokan sering kambuh, misalnya beberapa kali dalam satu tahun.

  • Keluhan tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan.

  • Anak sulit makan atau minum karena nyeri.

  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun.

  • Anak mengalami kesulitan bernapas atau menelan.

  • Amandel tampak sangat besar hingga mengganggu tidur atau menyebabkan anak mendengkur.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab utama sehingga pengobatan menjadi lebih efektif.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Dokter THT akan melakukan wawancara mengenai riwayat keluhan, frekuensi radang tenggorokan, serta riwayat kesehatan anak.

Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi tenggorokan, amandel, hidung, dan telinga. Bila diperlukan, pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk memastikan penyebab infeksi atau mengevaluasi kondisi amandel dan saluran napas.

Apakah Amandel Harus Selalu Dioperasi?

Tidak semua anak dengan radang tenggorokan berulang memerlukan operasi amandel. Keputusan tindakan akan bergantung pada penyebab, frekuensi infeksi, tingkat keparahan gejala, serta hasil pemeriksaan dokter.

Pada banyak kasus, radang tenggorokan dapat ditangani dengan pengobatan, pengendalian alergi, dan perubahan gaya hidup. Operasi amandel baru dipertimbangkan apabila manfaatnya dinilai lebih besar dibandingkan risikonya.

Cara Mengurangi Risiko Radang Tenggorokan Berulang

Beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

  • Mengajarkan anak mencuci tangan secara rutin.

  • Memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup.

  • Memberikan makanan bergizi seimbang.

  • Menghindari paparan asap rokok.

  • Menjaga kebersihan rumah dari debu dan alergen.

  • Mengobati alergi atau hidung tersumbat sesuai anjuran dokter.

Layanan Poli THT RS Hj. Bunda Halimah Batam

Poli THT RS Hj. Bunda Halimah Batam memberikan pelayanan komprehensif untuk diagnosis dan penanganan berbagai gangguan telinga, hidung, dan tenggorokan pada anak maupun dewasa, seperti:

  • Radang tenggorokan berulang

  • Pembesaran amandel

  • Gangguan adenoid

  • Sinusitis

  • Rhinitis alergi

  • Polip hidung

  • Gangguan telinga dan pendengaran

  • Berbagai keluhan THT lainnya

Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, dokter akan membantu menentukan penyebab keluhan dan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Jangan Anggap Sepele Radang Tenggorokan yang Sering Berulang

Radang tenggorokan yang terjadi sesekali umumnya bukan kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, bila anak mengalaminya berulang kali, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena dapat berkaitan dengan pembesaran amandel, infeksi bakteri, alergi, atau gangguan THT lainnya.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan jadwal praktek dokter, hubungi Customer Care RS Hj. Bunda Halimah Batam di 0812-7765-3313. Tim kami siap membantu Anda mendapatkan pelayanan THT yang cepat, nyaman, dan profesional.