Demam merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang merespons suatu kondisi, termasuk infeksi. Dalam banyak kasus, demam dapat membaik dengan istirahat dan perawatan yang tepat. Namun, jika demam berlangsung selama beberapa hari, terus berulang, atau disertai gejala lain, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Demam berkepanjangan dapat berkaitan dengan berbagai penyebab, mulai dari infeksi virus dan bakteri hingga kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Lantas, berapa suhu tubuh yang dikategorikan sebagai demam? Apa yang perlu dilakukan ketika demam tidak kunjung turun? Simak penjelasannya berikut ini.
Berapa Suhu Tubuh yang Normal dan Kapan Disebut Demam?
Suhu tubuh manusia dapat berubah sepanjang hari, dipengaruhi oleh aktivitas, usia, waktu pengukuran, dan metode yang digunakan. Pada orang dewasa, suhu tubuh umumnya berada di sekitar 36–37,5°C, meskipun rentang normal dapat bervariasi. Suhu 38°C atau lebih sering digunakan sebagai patokan demam, terutama jika diukur menggunakan termometer yang sesuai.
Untuk membantu mengenali kondisi tubuh, berikut gambaran sederhananya:
Sekitar 36–37,5°C: umumnya masih dalam rentang suhu tubuh normal, bergantung pada individu dan metode pengukuran.
37,5–37,9°C: suhu mulai meningkat dan perlu dinilai berdasarkan metode pengukuran serta gejala yang menyertai.
38°C atau lebih: umumnya dikategorikan sebagai demam.
Angka tersebut bukan patokan mutlak untuk semua orang. Pada bayi, terutama bayi berusia di bawah tiga bulan, suhu 38°C atau lebih memerlukan penilaian medis segera. Jika merasa tubuh panas, menggigil, lemas, atau tidak nyaman, periksa suhu menggunakan termometer dan perhatikan gejala lain yang muncul.
Apa Penyebab Demam Berkepanjangan?
Demam yang berlangsung lama atau berulang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi. Penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan suhu tubuh, sehingga pemeriksaan dokter mungkin diperlukan.
1. Infeksi virus
Infeksi virus, seperti influenza dan beberapa infeksi saluran pernapasan, dapat menyebabkan demam yang disertai batuk, pilek, nyeri tenggorokan, atau badan terasa pegal.
2. Infeksi bakteri
Sejumlah infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih atau pneumonia, dapat menyebabkan demam yang menetap. Penanganannya bergantung pada sumber infeksi dan hasil pemeriksaan.
3. Infeksi tertentu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut
Di wilayah tropis, demam dapat berkaitan dengan penyakit seperti demam berdarah dengue, tifoid, atau infeksi lainnya. Gejala awalnya bisa serupa, sehingga tidak disarankan mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan keluhan.
4. Kondisi medis lainnya
Selain infeksi, beberapa penyakit peradangan dan kondisi medis tertentu juga dapat menyebabkan demam berkepanjangan. Dokter akan mempertimbangkan riwayat kesehatan, gejala penyerta, dan pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mencari penyebabnya.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Demam?
Ketika demam muncul, ada beberapa langkah awal yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kenyamanan dan mencegah dehidrasi.
1. Istirahat yang cukup
Kurangi aktivitas berat dan berikan tubuh waktu untuk pulih. Tidak perlu memaksakan diri beraktivitas ketika masih lemas atau mengalami demam.
2. Penuhi kebutuhan cairan
Minum air secara teratur. Jika mengalami muntah atau diare, kebutuhan cairan perlu diperhatikan lebih serius untuk mencegah dehidrasi.
3. Gunakan pakaian yang nyaman
Pilih pakaian ringan dan nyaman serta jaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas. Hindari membungkus tubuh dengan selimut atau pakaian berlebihan hingga kepanasan.
4. Lakukan kompres dengan air suam-suam kuku jika diperlukan
Kompres dapat membantu memberikan rasa nyaman. Hindari penggunaan air es atau alkohol untuk mengompres tubuh karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak dianjurkan sebagai cara menurunkan demam.
5. Gunakan obat penurun demam secara tepat
Obat seperti parasetamol dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga medis jika diperlukan untuk mengurangi ketidaknyamanan. Perhatikan dosis berdasarkan usia dan berat badan, khususnya pada anak-anak. Jangan memberikan aspirin kepada anak tanpa instruksi dokter. Hindari pula penggunaan antibiotik tanpa resep karena tidak semua demam disebabkan oleh bakteri.
Perawatan di rumah membantu meredakan gejala, tetapi tidak selalu mengatasi penyebab demam. Karena itu, penting untuk mengetahui kapan pemeriksaan medis dibutuhkan.
Kapan Demam Berkepanjangan Harus Diperiksakan?
Jangan hanya berpatokan pada angka di termometer. Durasi demam, kondisi umum, usia, dan gejala yang menyertainya sama pentingnya untuk menentukan kapan seseorang perlu mendapatkan pertolongan medis.
Pertimbangkan pemeriksaan dokter jika:
Demam berlangsung lebih dari tiga hari atau tidak menunjukkan perbaikan.
Demam berulang setelah sempat mereda.
Demam disertai batuk yang semakin berat, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pada bagian tubuh tertentu.
Tubuh terasa sangat lemas, nafsu makan dan minum menurun, atau muncul tanda dehidrasi.
Demam terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh rendah atau penyakit kronis tertentu.
Segera ke IGD jika demam disertai tanda bahaya, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, sakit kepala berat disertai kaku leher, nyeri perut hebat, perdarahan, atau kondisi yang memburuk dengan cepat. Khusus bayi berusia di bawah tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih, segera cari pertolongan medis meskipun bayi tampak cukup baik.
Pada penyakit tertentu, seperti demam berdarah dengue, tanda bahaya juga dapat muncul ketika suhu mulai turun. Oleh karena itu, penurunan demam tidak selalu berarti kondisi sudah pulih sepenuhnya.
Jangan Abaikan Demam yang Tak Kunjung Membaik
Demam merupakan gejala, bukan diagnosis akhir. Mengetahui penyebabnya penting agar penanganan dapat diberikan secara tepat dan risiko komplikasi dapat dikurangi.
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami demam berkepanjangan, demam berulang, atau keluhan lain yang mengkhawatirkan, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.
RS Hj. Bunda Halimah Batam menyediakan layanan pemeriksaan medis untuk membantu mengevaluasi keluhan kesehatan Anda. Jika muncul tanda kegawatdaruratan, segera kunjungi IGD yang tersedia 24 jam.
Jangan menunggu hingga kondisi semakin berat. Kenali gejalanya, lakukan penanganan awal dengan tepat, dan cari pertolongan medis sesuai kebutuhan.
RS Hj. Bunda Halimah Batam — kesehatan Anda dan keluarga adalah prioritas kami.