Alur Proses Pendidikan Klinik
Alur Kepaniteraan Klinik Tahap Profesi
Selama mengikuti kepaniteraan klinik, dokter muda mempunyai keterampilan klinik. Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal sampai akhir. Dalam melaksanakan praktik dokter, lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. Keterampilan klinik ini perlu dilatihkan sejak awal pendidikan dokter secara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter.
Daftar keterampilan klinik dikelompokkan menurut bagian atau departemen terkait. Pada setiap keterampilan klinik ditetapkan tingkat kemampuan menggunakan Piramid Miller (knows, knows how, shows, does) yang diharapkan dicapai oleh dokter muda di akhir pendidikan.
Tingkat Kemampuan Menurut Piramid Miller
- Tingkat Kemampuan 1 — Mengetahui dan menjelaskan. Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini, sehingga dapat menjelaskan kepada teman sejawat, pasien maupun klien tentang konsep, teori, prinsip maupun indikasi, serta cara melakukan, komplikasi yang timbul, dan sebagainya.
- Tingkat Kemampuan 2 — Pernah melihat atau pernah didemonstrasikan. Lulusan dokter memiliki pengetahuan teoritis mengenai keterampilan ini (baik konsep, teori, prinsip maupun indikasi, cara melakukan, komplikasi, dan sebagainya). Selain itu, selama pendidikan pernah melihat atau pernah didemonstrasikan keterampilan ini.
- Tingkat Kemampuan 3 — Pernah melakukan atau pernah menerapkan di bawah supervisi. Selain memiliki pengetahuan teoritis, selama pendidikan pernah melihat atau didemonstrasikan keterampilan ini, dan pernah menerapkannya beberapa kali di bawah supervisi.
- Tingkat Kemampuan 4 — Mampu melakukan secara mandiri. Selain pernah melihat, didemonstrasikan, dan menerapkan di bawah supervisi, lulusan dokter memiliki pengalaman untuk menggunakan dan menerapkan keterampilan ini dalam konteks praktik dokter secara mandiri.
Tahap Pendidikan Klinik
Pada tahap pendidikan klinik, kurikulum disusun berdasarkan bagian-bagian yang ada di klinik yaitu ada 14 bagian. Masing-masing bagian bervariasi di dalam penyelesaian belajar, antara 3-10 minggu. Jumlah total waktu keseluruhan yang digunakan untuk menyelesaikan pendidikan klinik adalah 94 minggu. Penetapan waktu penyelesaian belajar di masing-masing bagian didasarkan pada pencapaian kompetensi sesuai dengan standar kompetensi dokter.
Pendidikan dilaksanakan secara 3 siklus, yaitu:
- Siklus Bawah. Disebut juga Rotasi I atau Kepaniteraan Klinik Senior, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, RS Pendidikan Afiliasi dan RS Pendidikan Satelit. Selama rotasi I ini dokter muda akan mengikuti kepaniteraan klinik di 7 bagian klinik Non-Bedah dan diatur bergiliran.
- Siklus Atas. Disebut juga Rotasi II atau Kepaniteraan Klinik Senior, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Pendidikan Pusat, RS Pendidikan Afiliasi dan RS Pendidikan Satelit. Selama rotasi II ini dokter muda akan mengikuti kepaniteraan klinik di 6 bagian klinik yang berhubungan dengan Bedah dan diatur bergiliran.
- Siklus Luar. Kegiatan dilaksanakan di Dinas Kesehatan dan beberapa puskesmas. Dokter muda yang mengikuti Siklus Luar adalah dokter muda yang telah menyelesaikan seluruh Siklus Bawah dan Siklus Atas.
| Siklus Bawah | Pola Rotasi Bawah | Lama (minggu) | Sistem Belajar | SKS | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Ilmu Penyakit Dalam | 1 | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 10 | KKS | 5 |
| Psikiatri | 2 | 1 | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 4 | KKS | 3 |
| Radiologi | 3 | 2 | 1 | 7 | 6 | 5 | 4 | 4 | KKS | 1 |
| Ilmu Kesehatan Anak | 4 | 3 | 2 | 1 | 7 | 6 | 5 | 10 | KKS | 5 |
| Kulit-Kelamin | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 | 7 | 6 | 4 | KKS | 3 |
| Neurologi | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 | 7 | 4 | KKS | 3 |
| Pulmonologi | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 | 4 | KKS | 2 |
| Siklus Atas | Pola Rotasi Atas | |||||||||
| Ilmu Bedah | 8 | 13 | 12 | 11 | 10 | 9 | (R) | 10 | KKS | 5 |
| Ilmu Penyakit Mata | 9 | 8 | 13 | 12 | 11 | 10 | 4 | KKS | 3 | |
| Ilmu Penyakit THT | 10 | 9 | 8 | 13 | 12 | 11 | 4 | KKS | 3 | |
| Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan | 11 | 10 | 9 | 8 | 13 | 12 | 10 | KKS | 5 | |
| Forensik & Medikolegal | 12 | 11 | 10 | 9 | 8 | 13 | 4 | KKS | 2 | |
| Anestesi | 13 | 12 | 11 | 10 | 9 | 8 | 4 | KKS | 2 | |
| Siklus Luar | Pola Rotasi Luar | |||||||||
| Ilmu Kesehatan Masyarakat | 14 | 10 | KKS | 5 | ||||||
| Total Beban Semester 8-11 | 86 | 47 | ||||||||
Tabel 2: Tahap Pendidikan Klinik, Pola Rotasi dan Lama Siklus. Angka pada kolom pola rotasi menunjukkan urutan bagian yang dijalani tiap kelompok dokter muda; (R) menandakan periode remedial.
Pola Rotasi
Setiap dokter muda dikirim ke setiap bagian kemudian dirotasi ke bagian lain. Pertukaran bagian sesuai dengan alur siklus yang telah ditetapkan dan diatur oleh sub program profesi. Setiap melewati 1 bagian besar kemudian diikuti 2 bagian kecil, dan setelah itu kembali ke bagian besar dan bagian kecil lagi dan berlanjut sampai semua bagian.
Setiap dokter muda yang mengikuti kepaniteraan klinik akan mengetahui urutan siklus mereka untuk ke-14 bagian. Semua bagian tersebut terdiri dari:
- Ilmu Penyakit Dalam
- Psikiatri
- Radiologi
- Ilmu Kesehatan Anak
- Ilmu Penyakit Kulit Kelamin
- Neurologi
- Pulmonologi
- Ilmu Bedah
- Ilmu Penyakit Mata
- Ilmu Penyakit THT
- Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
- Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
- Anestesi
- Ilmu Kesehatan Masyarakat
Dari empat belas (14) bagian tersebut terdiri atas bagian besar dan kecil. Bagian besar terdiri dari 4 bagian, yaitu Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, serta Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan.
Remedial dan Pengulangan Stase
Stase yang belum memenuhi kriteria kelulusan dan/atau belum mencapai kompetensi yang dipersyaratkan wajib mengikuti remedial atau pengulangan stase sesuai dengan ketentuan Remedial dan Pengulangan Stase yang tercantum dalam pedoman.